Album review: tentang dunia, cinta, dan kotornya
Saat mengajarkan mahasiswanya tentang puisi, Pak Acep bilang:
“Penyair membuat yang tak terlihat menjadi terlihat”
Kalau begitu, Nadin Amizah adalah penyair hebat lewat albumnya Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya.
Pernah merasa sedih dengan penuh amarah, hati berat, dan kepala bising? Kata Nadin, ini adalah badai dengan segala tangis, angin, dan petir yang akan berhenti.
Pernah penuh marah dan kesal? Kata Nadin, ini adalah api yang menyala pada tangan dan dapat dipadamkan oleh buaian dan waktu.
- “Badai dengan cahaya yang membutakan” → Semua Aku Dirayakan
- “Api di tangan dicium” → Tapi Diterima, Semua Aku Dirayakan
- “Tangan yang penuh lepuh” → Nadin Amizah
“Dan kubisikkan rasanya bahagia sepenuhnya sampai ku merasa lega, kau merasa lega”
Sepenggal larik dari Di Akhir Perang adalah mantra penenang yang mengingatkan bahwa akan datang saatnya aku akan bahagia tanpa halangan dan perasaan lega tiba. Kita semua punya perang yang dihadapi, namun lega dan menang akan datang.
Tapi Diterima menggambarkan hubungan terindah–penuh menerima dan saling bertumbuh. Dari lagu ini, bukanlah suatu yang berlebihan untuk berharap hubungan sedemikian–yang menyembuhkan dan saling terbuka.
Tapi Diterima would be something beautiful with my drawings of plants that signify growing and healing:
Belum pernah aku menghidupkan sesuatu, tapi di tanganku engkau tumbuh
Belum pernah aku berusaha sebegitu, tapi di tanganmu aku tumbuh
Sembuhku untukku, untukmu, untuk kita
Sembuhku untukku, untukmu, untuk semua
What makes Nadin’s love songs in this album magnificent to me is how it celebrates the feeling of being loved and the comfort of a company. It is indeed a new and fresh feeling, compared to be head-over-heels over someone and to feel infatuated. It shows a promise of what a healthy long-lasting relationship could be and what it means to celebrate life within a romantic relationship.
With the glee of Ah, I hope we all could find such a gentle love:
Dunia saksinya saat kurekah
Dicinta penuh sehalus seharusnya
Aku bersinar saat kurekah
Dicinta penuh sebaik, sebaiknya